PASSING GRADE

Passing grade (PG) adalah nilai SNMPTN terendah yang lulus diterima suatu jurusan di PTN tertentu. Pada dasarnya PG hanyalah sebuah tool yang diciptakan oleh banyak lembaga bimbingan belajar untuk mengukur kemungkinan lulus anak didiknya dalam SNMPTN melalui tes untuk memprediksi kemampuan. PG bukan nilai yang legal yang dikeluarkan oleh pihak panitia SNMPTN, namun hanya sebatas tool yang disederhanakan untuk mempermudah evaluasi hasil belajar. PG merupakan sebuah prediksi tim litbang (penelitian dan pengembangan) bimbingan belajar dengan mempertimbangkan banyak aspek sehingga diharapkan akurat.

Pada kenyataannya, nilai SNMPTN berbentuk scoring dan bukan dalam bentuk persentase sebagaimana PG dibuat. Sebagai contoh, nilai SNMPTN tertinggi tahun 2012 pada kategori IPA berada di Pendidikan Kedokteran UI dengan skor 927,14. Sedangkan pada kategori IPS berada di program studi Akuntansi UI dengan skor 826,05. Penulis sendiri dulu lulus di kategori IPA dengan skor 723,14, ini sekitar 55%. Hasil penilaian adalah hak prerogatif panitia yang tidak bisa diganggu gugat, yang tentu memperhatikan aturan penilaian yang telah diumumkan, namun juga mempertimbangkan hal-hal lain seperti permintaan masing-masing PTN yang berkepentingan.

Sebagai tambahan informasi, lima PTN peraih nilai rata-rata tertinggi SNMPTN kategori program IPA jalur ujian tulis 2012 adalah ITB (788,3), UI (735,4), UGM (677,63), ITS (675,53), dan UNAIR (629,89). Sedangkan pada program IPS, lima PTN dengan nilai rata-rata tertinggi adalah UI (688,38), ITB (665,67), UGM (643,24), UNPAD (631,77), dan UNAIR (629,89).

Nilai PG tidak selamanya tetap, namun berubah sesuai dengan tingkat kompetisi para peminat. Perubahan PG dipengaruhi oleh banyak hal, namun kecendrungannya nilai PG jarang berubah secara dramatis. PG yang rendah suatu jurusan PTN tertentu bisa saja menarik perhatian para siswa sehingga terjadi kompetisi yang tinggi. Namun bila para peminat tersebut hanya tergolong sebagai peserta penggembira, hal ini tidak akan banyak menaikkan nilai PG jurusan tersebut. Sebaliknya, sebuah jurusan PTN ternama mengalami penurunan peminat. Namun, karena para peminatnya adalah para peserta bernyali tinggi dan punya kesiapan tinggi, maka hal ini tidak serta merta menurunkan PG jurusan tersebut. Di samping itu juga ada beberapa jurusan PTN tertentu berusaha mempertahankan PG-nya dengan berani menolak nilai yang terlalu rendah.

No comments:

Post a Comment